← Semua tulisan
17 Oktober 2026 · Refleksi

Lahirnya "Catatan Kehidupan"

Hari ini saya menutup laptop dengan perasaan yang sudah lama tidak saya rasakan: selesai. Potret Kehidupan, jurnal visual yang awalnya hanya kumpulan foto di folder, sekarang punya alamat sendiri dan bisa dibuka siapa pun. Galerinya rapi, fotonya bisa diklik untuk dilihat lebih besar, dan setiap foto membawa cerita singkatnya.

Jalannya tidak mulus. Ada hari ketika beberapa foto menolak muncul di galeri, dan ada hari ketika cerita singkatnya hilang tepat saat foto diklik. Saya menatap layar, mengulang langkah yang sama, lalu belajar bahwa kebanyakan masalah ternyata bukan soal rumit. Biasanya hanya satu hal kecil yang terlewat, dan menemukannya butuh sabar lebih banyak daripada pintar.

Yang paling mengejutkan, projek ini tidak berhenti di foto. Begitu galeri selesai, saya sadar ada sisi lain yang belum punya rumah: tulisan. Foto bisa menyimpan cahaya dan tempat, tetapi tidak menyimpan apa yang saya pikirkan saat menekan tombol kamera. Karena itu lahirlah Catatan Kehidupan, pasangan dari Potret. Di sana saya belajar hal-hal baru, mulai dari menyimpan tulisan di database, membuat halaman khusus yang hanya bisa saya buka dengan kata sandi, sampai memutuskan sendiri apa yang mau dan tidak mau saya bayar untuk sebuah situs pribadi.

Kalau ada satu hal yang saya bawa pulang, itu adalah rasa bangga yang tenang. Bukan karena situsnya sempurna. Masih banyak yang bisa dibenahi, dan saya sudah punya daftarnya. Tetapi dua jurnal ini sekarang ada, dan keduanya milik saya: satu menyimpan hari-hari dalam gambar, satunya dalam kata. Rasanya seperti akhirnya punya tempat untuk menyimpan diri sendiri.

Tulisan ini tidak lagi tentang kode. Ini tentang betapa menyenangkannya menyelesaikan sesuatu yang bermula dari keinginan sederhana: tidak ingin lupa.