← Semua tulisan
28 Oktober 2026 · Refleksi · 2 mnt baca

Refleksi Start with Why : Sejarah Baru English Club SMAN 1 Depok

images (1)
images (1)

Titik Mula: Menemukan Titik Awal (Why)

Ketika pertama kali melangkah sebagai Ketua English Club, saya tidak ingin organisasi ini hanya berjalan secara biasa saja. Ada sebuah pemikiran yang bergejolak: Bahasa Inggris harus menjadi ruang yang inklusif, menyenangkan, dan relevan bagi seluruh siswa.

Tujuan utama saya (Why) sebagai pemimpin bukan sekadar membuat program kerja, melainkan membongkar persepsi bahwa ekskul bahasa itu kaku. Saya ingin menciptakan wadah di mana setiap siswa merasa suara dan apresiasi mereka didengar, sekaligus menjadikan bahasa Inggris sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.

Strategi Eksekusi (How)

Perubahan tidak bisa terjadi hanya dengan wacana. Untuk mewujudkan Why tersebut, saya memutuskan untuk mengambil langkah-langkah terstruktur dan belum pernah dieksekusi sebelumnya: Say It, Play It. Sebuah program broadcast yang dijalankan setiap hari Rabu yang diapresiasi warga sekolah.

  1. Mendengarkan Suara Aspirasi: Melakukan riset dan opini publik melalui Stratified Random Sampling kepada 162 siswa dari 18 kelas. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap pendapat mereka benar-benar berlandaskan kebutuhan diri mereka masing-masing.
  2. Format Broadcast Interaktif: Merancang dan memimpin program siaran ekskul "Say It, Play It!" yang mengombinasikan kurasi lagu, playlist requests, serta pengumuman berbasis bahasa Inggris secara kasual.
  3. Inovasi Platform Digital: Berkolaborasi bersama Wakil Ketua serta Pembina English Club dalam merancang dan mempublikasikan web application resmi English Club untuk mengintegrasikan informasi dan interaksi anggota.
Screenshot 2026-10-28 222135
Screenshot 2026-10-28 222135

Hasil & Sejarah Baru (What)

Peluncuran web application dan hadirnya program broadcast interaktif Say It, Play It! akhirnya mencatatkan sejarah pertama sepanjang masa di SMAN 1 Depok English Club. Ketika sebuah inovasi dimulai dari Why yang tepat, hasilnya bukan hanya sekadar program yang selesai, melainkan loyalitas, antusiasme, dan dampak nyata yang dikenang oleh lingkungan sekitar.

Refleksi

Melihat kembali perjalanan ini melalui pemikiran Simon Sinek membuat segalanya terasa makin jelas. Orang-orang tidak hanya melihat web app atau mendengar siaran yang kami buat (What), tetapi mereka merespons segala pemikiran/keyakinan inti (Why) yang kami selipkan ke dalamnya.

Ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan sejati bukan tentang menuntut orang lain untuk mengikuti apa yang kita mau, melainkan memberi mereka alasan yang kuat untuk berjuang bersama.

People don't buy what you do; they buy why you do it -Simon Sinek (Start With Why)

Teruslah memimpin dan berkarya dengan memulai dari Why.

WhatsApp Image 2026-10-28 at 22.11.45
WhatsApp Image 2026-10-28 at 22.11.45
WhatsApp Image 2026-10-28 at 22.11.45 (1)
WhatsApp Image 2026-10-28 at 22.11.45 (1)